Pencarian

    Kata Kunci :
    Periode : s/d

    Buku

    Seri Kajian Ekofeminisme: Marjinalisasi Perempuan dan Risiko Lingkungan dalam Industri Batik Kimia: Urgensi Batik Ramah Lingkungan dalam Pembangunan Berkelanjutan

    Detail Buku
    No. ISBN : 9786028252898
    Penulis : Arianti Ina R.H.
    Format / Ukuran : 15.5x23
    Jumlah Halaman : 268
    Edisi : 1
    Tahun Terbit : 2013
    Penerbit : Jalasutra & Pusat Penelitian dan Studi Gender UKSW - Yogjakarta
    Url : http://jalasutra.com/index.php?route=product/product&product_id=316
    Sinopsis

    Batik merupakan merupakan komoditi ekonomi sekaligus sosial-budaya yang paradoks. Sebagai komoditi, batik menunjukan dan diterima luas oleh masyarakat Indonesia dan sunia sebagai identitas budaya bangsa Indonesia yang bernilai tinggi. Pada sisi yang lain, batik sebagai hasil karya manusia, itu batik dikenal sebagai representasi simbolis dari identitas perempuan Indonesia yang dibentuk oleh sosial-budaya berupa simbol feminitas yang ditempatkan pada posisi yang subordinat dan marginal. Kondisi ini semakin diperparah dalam trend produksi yang digunakan oleh sebagian besar industri batik yaitu modusproduksi “Putting-Out” System (POS) yang menempatkan pekerja batik memproduksi batik didalam dan sekitar rumahnya atau menjadi Home-Workers (HW). Dalam modus produksi POS ini, perempuan ditempatkan dalam peran sentral tapi sekaligus dimarginalkan baik secara ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Dalam modus produksi POS dimana sebagian besar proses produksi dipindahkan dari pabrik ke rumah pekerja batik maka seluruh konsekuensi dari produksi batik tersebut berada dan dialami oleh keluarga pembatik. Oleh karena sebagian besar produksi batik menggunakan bahan kimia maka dapat dikatakan, industri batik berbahan kimia telah mempertaruhkan banyak pihak yaitu anak-anak, perempuan, keluarga, masyarakat dan lingkungan karena bahan kimia sintetis dan berbahaya yang digunakan. Batik ramah lingkungan merupakan bentuk usaha untuk mempromosikan usaha bersama perlindungan ruang keluarga pembatik dan melindungi kehidupan perempuan, dan dan lingkungan. Hal ini juga berarti mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang menekankan proses produksi yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara setara.